Seminar Ke-Madrasahan Sebagai Wujud Kepedulian Alumni Madrasah MTB

  • Whatsapp
Seminar Ke-Madrasahan Sebagai Wujud Kepedulian Alumni Madrasah MTB
Seminar Ke-Madrasahan Sebagai Wujud Kepedulian Alumni Madrasah MTB

 

Sukolilo – Madrasah Miftahut Thullab merupakan salah satu madrasah di Desa Cengkalsewu berdiri sejak 1983. Madrasah MTB, singkatnya, telah meluluskan banyak alumni yang telah tersebar di pelosok negeri. Namun hingga kini, masih sedikit para alumni yang peduli terhadap almamaternya.

Alumni MTs. MTB 2017, 2018, & 2019 adakan acara Seminar Kemadrasahan dan Buka Bersama, kemarin, Jumu’ah (31/5). Seminar Kemadrasahan tema “Mengenal Lebih Dekat Madrasah Miftahut Thullab” merupakan suatu acara yang tujuan utamanya adalah menggugah semangat para alumni untuk nguri-nguri madrasahnya kembali.

Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan khataman bil ghoib oleh Khalim, alumni MTs. MTB. Sore harinya, seminar kemadrasahan yang dimoderatori oleh M. Saiful Arifin dengan Narasumber KH. Ah. Su’udi, A.Ma. (Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darmoyoso), M. Asmuni Nur Khoiri, S.Pd., M.Pd., Vita Sri Pujiati.

Selain itu, panitia juga mengundang dewan guru Madrasah MTB serta OSIM MTB. Setelah seminar, acara ini ditutup dengan buka bersama alumni 2017, 2018, 2019, dewan guru, serta OSIM MTB.
Narasumber pertama, KH. Ah. Su’udi, A.Ma menjelaskan tentang sejarah berdirinya Madrasah Miftahut Thullab.

Beliau mengatakan bahwa Madrasah MTB berdiri pada tahun 1983 dengan restu dari para ulama’ besar di nusantara. Salah satunya adalah KH. Abdullah Salam Kajen dan KH. Arwani Amin. Nama Miftahut Thullab sendiri diberikan oleh KH. Arwani Amin. Selang 20 tahun, berdirilah MA Miftahut Thullab, tepatnya 2003.

M. Asmuni Nur Khoiri, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber kedua dengan materi adab sebagai kunci keberkahan ilmu. Ia mengatakan bahwa ada dua komponen dalam mencari ilmu yang tidak bisa dipisahkan yaitu Ilmu Pengetahuan dan Adab. Untuk menjadi sukses itu harus mempunyai adab. “Dulu pas saya di MTB, dikatakan pintar juga tidak, namun dengan adab Alhamdulillah saya bisa kuliah hingga S2 dengan beasiswa.” tuturnya.

Narasumber terakhir adalah Vita Sri Pujiati dengan materi urgensi ikatan alumni. Ia mengatakan bahwa acara seminar semacam ini sangat penting untuk menggugah para alumni. Ikatan alumni sendiri juga sangat penting, untuk mempersatukan para alumni sekaligus silaturrahim. Seminar Kemadrasahan ini sangat baik, karena ini adalah pijakan awal untuk mewujudkan cita-cita luhur masyayikh MTB.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar