Mengisi Tradisi Puputan dengan Diba’an

  • Whatsapp

Talun, Kayen- Diba’an atau berjanjenan adalah tradisi membaca atau melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad yang biasa dilakukan oleh masyarakat NU.

Ada bagian yang dibaca biasa, namun pada bagian-bagian lain lebih banyak menggunakan lagu dan dibaca bergantian.

Bacaan Lainnya

Istilah diba’an mengacu pada kitab berisi syair pujian karya al-Imam al-Jaliil as-Sayyid as-Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy asy-Syaibani az-Zubaidi al-Hasaniy.

Di sejumlah desa di Jawa, pembacaan syair maulid dilakukan setiap minggu secara bergilir dari rumah ke rumah. Seperti halnya pembacaan kitab al-Barzanji, al-Burdah, dan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, pembacaan Diba’ atau biasa disebut diba’an juga dilakukan saat hajatan kelahiran anak, pernikahan, khitanan, tingkeban, ketika menghadapi kesulitan dan musibah, atau untuk memenuhi nazar.

Seperti itu pula yang dilakukan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Talun pada Rabu (01/06) IPNU IPPNU Ranting Talun menghadiri undangan acara puputan/sunatan di salah satu kediaman Rekanita.
Acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci alquran, dan berjanjen bersama.

Acara tersebut juga dihadiri keluarga beserta para tetangga. Acara berlangsung lancar dan bernuansa kekeluargaan yang erat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *