Hadirmu Membawa Perubahan (Cerpen)

  • Whatsapp

Hadirmu Membawa Perubahan
Oleh: Arieska Dwi Sukmawati

Kini gadis pendiam pulang kerumah, di usia yang menginjak 18 tahun telah merasakan perdebatan sengit dengan kehidupan luar. 1 tahun lebih telah menjalani hidup tanpa orang tua. Berusaha mandiri untuk meraih cita cita. Dan ketika hantaman masalah tiba-tiba menerjang secara bergantian, Ia merasa roboh dan butuh tompangan. Hingga akhirnya, terbesit keinginan untuk meninggalkan kota Surabaya. Dia ingin merasakan kehidupan sebenarnya, tetap bersama keluarga namun membawa semangat baru dalam hidupnya.

Hingga pada suatu hari…
Ketika asik bermain Instagram ia dikejutkan oleh pesan dari laki laki yang telah lama Ia hindari dan isi pesan itu
Dari: Aan
Ara apa kabar, gimana pekerjaan di Surabaya?
Untuk : Ara
Meski Aku rada takut karena suatu kejadian yang membuatku harus menghindarinya, namun tetap kubalas pesan itu. Karena ada sesuatu hal yang ingin Aku tanyakan kepadanya. Tanpa menunggu lama aku langsung membalasnya.

Dari : Ara
Alhamdulillah baik kak dan semua lancar. Boleh tanya sesuatu? Kudengar di kota kita ada yang mengadakan suatu komunitas berbagi nasi gratis, boleh gabung disana, Kak?

Untuk : Aan
Tanpa menunggu lama Ia langsung membalas pesanku
Dari : Aan
Ada Ra, komunitas itu diketuai oleh Bang Ryo. Boleh kalau mau gabung, kamu pulang kapan? Nanti kita ketemu dan membahas soal ini. Oh iya, untuk mempermudah komunikasi, boleh minta nomormu? Bukan untuk modus kok, tenang aja hehe

Untuk : Ara
Setelah mendapat balasan dari Dia, tanpa aba-aba langsung kubaca. Namun, pada pesan terakhir membuatku sedikit bimbang. Ketika kurasa juga perlu info lebih lanjut mengenai komunitas itu akhirnya kuberikan nomorku.

Setelah itu kuhentikan percakapan dan membuka aplikasi whatsapp. Mata ini entah kenapa langsung tertangkap untuk melihat postingan dari temanku yang bernama Ni’am. Batinku bertanya-tanya, pikiranku benar-benar terfokus pada apa yang sudah aku lihat. Karena rasa penasaranku, Aku pun dengan berani chat Ni’am

Dari : Ara
Assalamualaikum Ni’am, lagi di acara apa?
Untuk : Ni’am
Ni’am pun membalas dan menjelaskan sedikit kegiatan yang sedang dilaksanakan
Dari : Ni’am
Wa’alaikumussalam Ara, ini lagi di acara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota). Di Makesta ini kita diajarkan beberapa teori. Makesta ini salah satu gerbang untuk bisa masuk dan salah satu cara agar kita dinyatakan sebagai anggota IPNU IPPNU.

Untuk : Ara
“IPNU IPPNU? Seperti apa itu? Kayaknya organisasi ini bisa membantuku untuk menumpas kegundahanku dan mengusir kesepianku jikalau aku sudah pergi dari sini, dan untuk mengisi kekosongan aktivitasku disaat aku pulang sembari mencari pekerjaan baru.” Batinku.

Karna adzan dhuhur yang berkumandang kuputuskan untuk tidak membalas chat Ni’am. Akhirnya chat itu terabaikan karena tertimbun banyaknya chat yang masuk, hingga tiba saatnya, aku pulang ke rumah. Kejenuhan mulai muncul. Aku teringat sesuatu dan pada akhirnya aku kepikiran untuk mencoba chat Kak Aan. Sebelumnya kita sudah saling chat ketika Aku masih di Surabaya.

Dari : Ara
Assalamualaikum Kak, kak boleh tanya gak? Kakak tau IPNU IPPNU? Atau mungkin kakak tergabung di sana? Entah kenapa tiba-tiba ingin bergabung di IPNU IPPNU.

Untuk : Aan
Setelah menunggu 10 menit, hpku bergetar menandakan ada pesan masuk. Tanpa menunggu lama chat langsung balas
Dari : Ara
Wa’alaikumussalam Ra, kamu mau gabung IPNU IPPNU? Wah pasti kudukung. Setahuku IPNU IPPNU itu sebuah wadah organisasi untuk pelajar, mahasiswa, santri dari usia 13- 27 tahun. Jadi meski kamu sudah lulus masih tetap bisa gabung. Kalau kamu tidak sibuk, hari rabu yuk kita ketemu sama ketua PAC Kota untuk membahas lebih lanjut mengenai IPNU IPPNU?.

Untuk : Aan
“Wah, boleh nih daripada aku jenuh mending mencari hal yang bermanfaat. Kayaknya di IPNU IPPNU seru” balasku.

*****
Tepat di Hari Rabu, Aku dan Kak Aan akhirnya bertemu di sebuah kedai yang dekat dengan Alun-alun kota. Bukan hanya Aan dan Ara saja di sana. Namun, di sana ada Ketua serta Sekretaris dari PAC Juwana. Ara juga tidak sendirian, Ia datang bersama temannya.

“Dino, kenalkan ini Ara. Ara ini pengen tau banget tentang IPNU IPPNU. Karena ini bukan bidangku, jadi mungkin aku tidak bisa menjelaskan secara detail” Ucap Aan memulai pembicaraan.

“Baik. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakkatuh. Sebelumnya perkenalkan nama Saya Dino, Mbak Ara. Saya selaku Ketua PAC Kota dan sebelah saya ada Rekan Panji selaku Sekretaris di PAC kota. Berhubung Ketua IPPNU PAC Kota sedang kuliah di Semarang jadi saya yang menggantikan, dan karena waktu sudah semakin sore serta magrib segera datang, jadi langsung saja saya jelaskan mengenai IPNU IPPNU. IPNU IPPNU itu bukan sekedar organisasi biasa. IPNU IPPNU ini salah satu banom (badan otonom) NU. Organisasi ini juga telah viral dan booming di masyarakat. IPNU ini sendiri singkatan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan IPPNU singkatan dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Organisasi ini luar biasa, Mbak. Contoh yang dapat saya rasakan, dulu sebelum saya gabung tidak ada yang kenal saya hingga setelah saya gabung di IPNU IPPNU saya bisa kenal Pak Polisi, Pak Camat, Para Kiai dan Ulama. Banyak yang bisa kita dapatkan dari IPNU IPPNU, mulai dari mendapat teman baru bukan hanya di dalam kota namun sampai di luar kota, kita juga bisa mendapat ilmu yang tidak bisa didapatkan dari sekolah, serta pastinya dapat pengalaman baru. Banyaklah berkah yang bisa kita dapatkan kalau gabung di IPNU IPPNU. Mbak Ara kalau ingin gabung di organisasi ini, mbak harus “cari mangsa” dulu. Pengertian “mencari mangsa” ini maksudnya, mbak cari anggota yang banyak dan setelah itu kumpulkan. Dan kalau sudah terkumpul nanti PAC akan datang ke desa mbak untuk sosialisasi mengenai IPNU IPPNU. Mungkin sudah cukup yang bisa saya sampaikan. Apa ada yang mau di tanyakan Mbak? ” ungkap Ketua PAC kota menjelaskan.

“Saat ini cukup jelas mas, terimakasih untuk penjelasannya.” Jawab Ara singkat.

“Baik kalau sudah cukup, jika nanti ada yang mau ditanyakan lagi bisa langsung hubungi saya atau Rekanita Ira. Oh iya, nanti saya minta nomor WAnya ya Mbak, biar Rekanita Ira yang akan menghubungi Mbak, selanjutnya nanti akan saya masukkan ke grup”. Jawab Dino sembari mencatat nomor Ara.

“Baik mas, ini nomornya”. Sahut Ara sembari memperlihatkan nomor hpnya.

“Oh iya Ara, untuk pembuatan surat, biar Aku saja yang membuatkan. Tugas kamu “mencari mangsa” sebanyak banyaknya agar PAC segera sosialisasi dan nanti Aku juga coba bantu buat cari mangsanya”. Sahut Aan memecah keheningan.

*****
Setelah pertemuan dan perbincangan yang cukup lama itu, akhirnya Ara dan temannya pamit untuk pulang. Setibanya di rumah, Ara bingung. Ia harus ngajak siapa? ditambah Ara yang tidak mempunyai kontak teman-temannya di desa dan itu membuatnya makin kebingungan. Hingga pada akhirnya Aan mengirimkan pamflet ke Ara agar Dia share ke semua sosmednya. Dan Aan juga telah membuatkan surat undangan agar diedarkan ke seluruh pelajar di desanya.

Nama desanya ialah desa Sukamaju.
Hingga tiba waktu yang Ara tunggu-tunggu, yaitu sosialisasi dari Ketua PAC Kota mengenai IPNU IPPNU. Aku berdecak kagum dan agak kaget, kukira yang datang hanya sedikit tapi ternyata banyak sekali.

Sosialisasi berjalan lancar namun ada sedikit kendala waktu pemilihan Ketua. Dikarenakan banyaknya mereka yang tidak mau menjadi Ketua dengan alasan takut. Hingga pada akhirnya Ara lah yang terpilih menjadi ketua IPPNU dan Rohman yang akan menjadi partnernya selama 2 tahun kedepan untuk mengemban amanah menjadi ketua IPNU IPPNU Ranting desa Sukamaju. Disaat itulah jiwa Ara merasa bahagia namun juga ada rasa takut yang datang menerkam.

“Apa aku bisa? Selama ini kan tak pernah ikut organisasi. Bismillah, semoga Allah mudahkan jalan ini dan meridhoi segala yang kuputuskan hari ini”. Ucap Ara dalam hati, menyemangati dirinya sendiri.

Seiring berjalannya waktu banyak hal yang Ara dapatkan. Dari Dia yang seorang pendiam dan anti sosial kini menjadi seorang yang mudah berbicara dengan siapapun. Dari yang pemalu kini menjadi seorang yang berani melangkah menuju hal baru. Dari apa yang tidak pernah Ia dapatkan, sekarang bisa Ia rasakan. Dari yang hanya punya sedikit teman kini punya banyak teman. Semua terbukti, Ara merasakan sendiri. Semangatnya semakin tumbuh dan membuat ia menjadi pribadi yang pantang menyerah. Selain semangat, cinta pada ikatannya mulai mekar dalam kalbu. Selesai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *