Nisan Tak Bernama (Puisi)

  • Whatsapp
JURNALISTIK

Nisan Tak Bernama
Oleh: Syauqi Mujtaba (Gembong)

Malam ini
Desing senapan, ledakan meriam, dan jerit ajal t
Terdengar dari tahun yang jauh
Bising pesawat tempur
Bising pongah tank baja
Menjadi huru hara sunyi

Di malam sepi
Sayup lengking burung malam makin menjauh
Seperti hati mereka yang kian acuh
Tak peduli berapa ribu liter darah para pahlawan membanjiri tanah ini
Betapa getir perjuangannya
Betapa getir saat kulit-kulit terbakar
Dagingnya tercabik cabik
Kepala dan dada dilubangi senapan liar
Dari langit hujan peluru dan bubuk mesiu
Lalu darah membasuh negeriku
Dan terpatri menjadi merah sangsaka
Sebagai pesan abadi bagi generasi
Untuk tulus mengabdi bukan mengkhianati

Oh para pahlawan
Setetes darahmu tak mampu kubeli dengan apapun
Kesucian hatimu tak bisa kubalut dengan sutera manapun
Tapi do’a-do’a purnama selalu melimpah padamu

Seperti malam ini
Jauh di dalam jiwaku
Desing senapan, ledakan meriam, deru seribu peluru, dan jerit-jerit ajal itu kurapal menjadi do’a purnama
Tertuju pada nisanmu yang tak bernama

Pati, 2019
SELAMAT HARI PAHLAWAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *