Diskusi Online Pelajar NU Kecamatan Wedarijaksa “Eksistensi Organisasi di Kamacata Media”

  • Whatsapp

Senin (27/07), PAC IPNU IPPNU Wedarijaksa kembali menggelar acara Diskusi Online melalui media WhatsApp Grup. Acara tersebut mengusung topik “Eksistensi Organisasi di Kamacata Media”, dengan mendatangkan narasumber yaitu rekanita Lailatul Musfiroh dari Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPPNU Pati dan dimoderatori oleh Ima Kisti Maulida dari Lembaga Pers dan Jurnalistik PAC IPPNU Wedarijaksa.

Lailatul Musfiroh, selaku narasumber membeberkan peran media dalam suatu organisasi, terlebih organisasi IPNU IPPNU. Menurutnya, media merupakan brand dari organisasi agar eksistensinya dikenal khalayak umum.

“Media merupakan tampilan luar organisasi, baik buruknya organisasi bisa dilihat dari seberapa menariknya media sosialnya. Organisasi tidak akan dikenal masyarakat umum apabila pasif dalam bermedia sosial. Bukan hanya sekedar mengikuti zaman, tetapi eksistensi sangat diperlukan agar kita dalam berorganisasi khususnya organisasi IPNU IPPNU ini tambah semangat dan tentunya biar tambah update,” terangnya.

Ia juga mengibaratkan media layaknya suatu tubuh manusia.

“Jika diibaratkan tubuh manusia, media di dalam organisasi adalah sebagai busananya dan organisasi adalah bagian dalam setelah busana tersebut. Apabila busana tersebut digunakan secara rapi, wangi, sinkron warnanya, dan indah tatananya, semua orang pasti betah memandang orang tersebut. Begitu juga media.”

Memasuki sesi tanya jawab, para peserta terlihat responsif dan antusias bertanya. Banyak inovasi yang muncul dari diskusi tersebut. Itu terlihat dari pertanyaan para peserta yang cukup visioner untuk menjadikan organisasi IPNU IPPNU terus maju ke depan.

“Setiap teknologi memiliki risiko yang dapat menghancurkan kehidupan kita. Tapi kita juga memerlukan teknologi tersebut untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Mari berperan jangan baperan di organisasi ini”, tandas rekanita Musfiroh di akhir diskusi online tersebut.

Sementara itu, moderator, Kisti,  berharap kepada Pelajar NU Wedarijaksa setelah diskusi online ini dapat mengoptimalkan penggunaan sosial media.

“Harapan saya akan adanya disline kali ini adalah agar rekan dan rekanita di PAC Wedarijaksa dapat mengoptimalkan penggunaan sosial media untuk meningkatkan eksistensi organisasi IPNU IPPNU,” harapnya. (Reno/Vida Izza/LPJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *