MWCNU Margoyoso Adakan Konferensi

  • Whatsapp
JURNALISTIK

Margoyoso-Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Margoyoso Pati sukses menggelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru di Ma’had Aly Maslakul Huda Kajen pada Ahad (16/08) mulai pukul 07.30 sampai 12.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri antara lain Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim, Shohibul bait H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin ), 21 Ketua Ranting NU Kecamatan Margoyoso beserta para jajaran Pengurus MWC NU masa khidmah 2014 – 2019 dan para Kiai Sepuh. Selain itu, Ketua Banom seperti GP PAC Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU juga ikut hadir sebagai undangan perwakilan.

Bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana Konferensi, H. Abdul Faqih dan Sekretaris, M. Aksin dibantu oleh para Sahabat Banser Satkoryon Margoyoso dan Rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

“Kami tetap mengikuti protokol kesehatan seperti setiap tamu undangan harus melewati bilik sterilisasi, pengecek suhu tubuh, wajib memakai masker, cuci tangan dan berjarak 1-1,5 meter tempat duduknya” ujar Abdullah Faqih ketua Panitia

Pemilihan Ketua Tanfidziyah dan Rois Syuriyah dalam Konferensi MWC NU Kecamatan Margoyoso tahun 2020 ini berjalan dengan lancar.

Dari beberapa calon yang maju akhirnya KH. Samu’in, M.Pd.I terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH. Suhaili Ya’kub sebagai Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Margoyoso masa khidmah 2020-2025.

“Dari enam nama di antaranya KH. Muslih AR, KH. Haris, KH. Hamzah, KH. Abdullah Faqih, KH. Liwa’uddin dan KH. Samu’in. Berdasarkan perolehan suara KH. Samu’in unggul dan terpilih menjadi Ketua MWCNU Kecamatan Margoyoso” jelas Abdullah Faqih selaku ketua Panitia pelaksanaan Konferensi.

Yusuf Hasyim selaku Ketua PCNU Kabupaten Pati  juga menghimbau kepada ketua terpilih agar segera membentuk personalia kepengurusan dalam waktu dekat.

“Setelah terpilih Pengurus Baru MWC NU Kecamatan Margoyoso ini harus dapat membentuk susunan pengurus maksimal 30 hari dari sekarang dan kedepannya diharapkan dapat melaksanakan amanat ini sebaik-baiknya, karena perjuangan dan pengabdian di Nahdlatul Ulama baru saja dimulai” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *