Spirit Hijrah Nabi

  • Whatsapp
JURNALISTIK

KH. MA. Sahal Mahfudh dalam salah satu kolomnya menjelaskan: ketika Nabi berhijrah ke Madinah, tidak hanya aspek ibadah yang diperhatikan, tapi juga aspek mu’amalah.

Nabi tidak hanya membangun masjid sebagai tempat ibadah, majlis ilmu, dan musyawarah umat, tapi juga membangun pasar untuk memperkuat pondasi ekonomi umat.

Dunia-akhirat dalam Islam tidak dibedakan. Keduanya berjalan bersama dalam rangka realisasi sa’adah ad-darain.
Sudah saatnya risalah Islamiyah yang dibangun Nabi Muhammad saat hijrah dilanjutkan generasi penerus. Para ulama sebagai salah satu ahli waris Nabi punya tanggungjawab besar melanjutkan tugas agung ini supaya eksistensi Islam benar-benar memberikan kontribusi bagi kehidupan.

Ulama harus bergerak tidak hanya pada wilayah ibadah dan ilmu, tapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat dan bangsa.
KH. MA. Sahal Mahfudh termasuk ulama yang gigih menggabungkan dimensi ibadah dan mu’amalah dalam medan perjuangannya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan santri, kiai, dan masyarakat umum.

Inilah model Islam khas ulama Indonesia yang mampu menjadi solusi bangsa dan bahkan dunia. Model dakwah ala KH. MA. Sahal Mahfudh ini harus diadopsi demi kemajuan Islam, bangsa dan dunia.

Rabu, Dzulhijjah 1441

Oleh: Kiai Jamal Ma’mur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *