Sinergi CBP KPP sebagai Garda Terdepan IPNU IPPNU

  • Whatsapp

Brigade Pembangunan dan Korps Pelajar Putri merupakan Lembaga Semi Otonom yang terdapat dalam tubuh IPNU IPPNU. Lembaga CBP dan KPP seringkali disebut sebagai Garda Terdepan IPNU IPPNU yang senantiasa berkontribusi dalam proses pengabdiannya sebagai seorang kader nahdliyyin.

Jika menengok kembali kilas balik sejarah didirikannya CBP KPP pada peristiwa perebutan kekuasaan antara Indonesia dengan Malaysia atau yang lebih akrab dengan istilah “Ganyang Malaysia”, tentu saja CBP KPP memiliki andil besar dalam sejarah bangsa Indonesia dan di awal pendirian nya, dinamakan sukarelawan Pelajar.

Sebagaimana diketahui, kehadiran CBP yang semula bernama Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu di latar belakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia “, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Repuplik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk lebih jelas konteksnya yaitu politik luar negeri, terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti imperalisme dengan pihak barat yang berupaya menancapkan kukunya di wilayah Malaysia.

Kemudian Presiden Soekarno mengintruksikan kepada seluruh elemen bangsa untuk segera membentuk sukarelawan perang dan siap menggayang Malaysia. Intruksi Presiden tersebut secara langsung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya di wilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan imperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdliyyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar.

Deklarasi dibentuknya Sukarelawan Pelajar diadakan di Yogyakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan di barengi dengan parade militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia. Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif berjuang untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25 – 31 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP), yang kemudian dikenal dengan “Doktrin Pekalongan”.

Sementara Lembaga Korp Pelajar Putri (L-KPP) merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan Konbes I IPNU-IPPNU pada tanggal 28 Oktober 1964 di Pekalongan-Jawa Tengah. Pada awal terbentuknya lembaga ini bernama Corp Brigade Pembangunan-wati (CBP-wati) yang merupakan wadah bagi pemuda dan pelajar NU untuk mengkokohkan barisan dalam mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji-panji komunis.

Dalam perjalanannya CBP-wati mengalami stagnasi dan selanjutnya diputuskan dalam amanat Kongres XII IPPNU di Makasar-Sulawesi Selatan dengan perubahan nama menjadi KKP yang kemudian untuk mengukuhkannya ditetapkan dalam Kongres XIII IPPNU di Surabaya-Jawa Timur. Kemudian di rubah lagi menjadi Korp Pelajar Putri (L- KPP) HASIL RAKORNAS DI SIDOARJO 06 – 07 OKTOBER 2012.

Di era revolusi industri ini, peran kader semakin nyata dalam mengawal IPNU dan IPPNU. Semboyan garda terdepan semakin terasa manakala dalam ber IPNU IPPNU, ditemui para kader CBP KPP berlalu lalang di setiap kegiatan. Dalam tugas yang tidak mudah tersebut, tentunya kader CBP KPP membutuhkan dorongan yang begitu besar dari dalam diri masing masing kader. Menjadi garda terdepan bukan hanya perihal siap dalam pengawalan, tapi juga perlu memupuk semangat nasionalisme untuk tetap bersinergi menggelorakan aksi.

CBP KPP lahir dari peristiwa sejarah tanah air tercinta. Sudah sepantasnya kader CBP KPP memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Semangat tersebut juga harus mampu menggiring para kader menuju kemilitansian dalam berorganisasi. Tak hanya itu, Semangat nasionalisme dalam diri kader CBP KPP juga harus mampu menjadi motivasi untuk terus senantiasa meningkatkan skill para kader.
Dalam naungan semangat nasionalisme, para kader CBP KPP Kabupaten Pati kemudian menggaungkan semboyan CBP KPP Pati Mengabdi. Semboyan ini tentu menjadi iktikad baik para kader dalam mengabdi dan berkontribusi terhadap organisasi IPNU IPPNU, nusa bangsa dan agama. Komitmen yang dibangun selama ini haruslah menjadi prioritas dari masing masing kader untuk tetap bergerak dan berperan ketika dibutuhkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *