Sekolah Ekologi: Menanam Mangrove, Pulihkan Kelestarian Lingkungan

  • Whatsapp

Sering kali perilaku manusia sebagai makhluk berakal yang menjadi gangguan dan mengakibatkan factor kerusakan lingkungan dan kehilangan kedaulatannya untuk bisa hidup nyaman berdampingan.

Hidup menjadi tak nyaman karena lingkungan yang gersang, terjadi bencana banjir, longsor, kumuh yang sering kali diakibatkan oleh perilaku manusia yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan seperti membuang sampah di sembarang tempat, penebangan liar, perburuan satwa liar, penggunaan sumber daya air berlebih untuk keuntungan sendiri, pembukaan lahan hutan lindung dan masih banyak lagi.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan, misalnya dengan menanam pohon. Salah satunya ialah dengan ikut serta dalam penanaman tanaman bakau atau yang sering disebut juga mangrove.

Keberadaan ekosistem mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir, baik sebagai benteng pertahanan terhadap resiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata.

Hal itulah yang melatarbelakangi Pemuda Kertomulyo yang tergabung dalam PPUP (Peduli Pantai Utara Pati) berinisiatif menyelenggarakan Sekolah Ekologi.

Sekolah ekologi ini bertujuaan untuk membentuk kesadaran perilaku individu yang lebih sadar akan isu lingkungan hidup, serta bijak menghargai hak hidup makhluk hidup lain.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Kertomulyo pada Sabtu (31/10) diawali dengan penanaman pohon mangrove di areal pantai, kemudian diakhiri dengan diskusi seputar isu lingkungan hidup.

Kegiatan yang diikuti oleh beberapa kelompok pelajar seperti : Jaringan Pelajar Adventure, Forum Osis SMA, Pegiat Alam, CBP KPP IPNU IPPNU seKabupaten Pati ini berjalan dengan baik.

DIharapkan dengan adanya sekolah ekologi, bisa memberikan pendidikan kepedulian terhadap lingkungan khususnya bagi kalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya.

Tentu dari kegiatan ini menjadi sebuah pengalaman menyenangkan ketika bisa turut berkontribusi nyata melalui kegiatan positif yang berorientasi pada pemberdayaan lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *