Bawaslu Pati Sosialisasi Pemilu bersama PKPT IPNU IPPNU IPMAFA

  • Whatsapp

Trangkil– Demokrasi merupakan wujud dari cita- cita dan harapan bangsa yang sudah dijalani sejak lama. Tapi jalannya proses demokrasi ini masih banyak sekali yang perlu diperbaiki.

Dalam rangka mengawal demokrasi, Bawaslu selaku pemegang amanat undang- undang dalam mengawasi demokrasi tak dapat berjalan sendiri dalam mengawasi kegiatan kepemiluan. Maka dari itu, Bawaslu Kabupaten Pati mendorong partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam pengawasan.

Tak terkecuali dengan cara bersosialisasi, menggandeng pelajar/mahasiswa agar ikut berperan aktif dalam rangka menciptakan pemilu yang lebih demokratis.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Komplek Pendopo Kertomulyo dan turut dihadiri oleh perwakilan dari PC IPNU IPPNU Pati, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil dan PKPT IPNU IPPNU Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Rabu (4/11)

Di dalam kontruksi demokrasi sesuai undang- undang tentu membutuhkan partisipasi masyarakat. Sejak awal sampai akhir tahapan, tentunya mempunyai peran yang berbeda- beda. Untuk mahasiswa mempunyai peran lebih. Mahasiswa diharapkan menjadi yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap tahapan.

Selain mengajak mahasiswa berperan aktif dalam semua tahapan pemilu, Bawaslu juga berharap kepada mahasiswa juga membantu dalam hal pengawasan pemilu.

“Ada mekanisme yang harus dilalui mahasiswa mulai menjadi pemantau pemilu, di antaranya dengan melakukan kegiatan-kegiatan diskusi tentang kepemiluan yang bertujuan mendidik para pemilih untuk kalangan mahasiswa, pemuda maupun pemilih pemula” Ungkap bapak Suyatno Pengurus Bawaslu Pati

Mahasiswa dituntut kritis dan dapat memilih dalam artian bahwa harus mengenal calon. Apabila tidak kritis, dengan mudah akan terbawa berpolitik dan cenderung tidak peduli serta “dimainkan” oleh segolongan orang yang ingin berkuasa yang tidak menginginkan perubahan.

“Bagi kader PKPT IPNU IPPNU IPMAFA jangan mudah terlena dengan adanya kecurangan dll, tetapi harus bisa bertanggung jawab. Karena berjalannya pemilu secara demokratis nantinya akan menghasilkan pemimpin yang nantinya punya peran besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara” lanjutnya.

“Jika masyarakat Indonesia sadar akan pengawasan pemilu, tidak hanya dimiliki para mereka yang ada di lembaga pengawas seperti bawaslu. Barangkali bawaslu tidak diperlukan lagi, karena dibeberapa negara maju itu tidak ada. Mengapa bisa terjadi ?
Karena masyarakat yang mengawasi sendiri dan itu sudah cukup. (dirasa pemantauan dari masyarakat sangatlah cukup dalam pengawasan pemilu) tetapi di Indonesia itu belum maksimal. Maka sosialisasi semacam ini penting untuk meningkatkan kesadaran para kawula muda khususnya pelajar/mahasiswa dalam mengawal pemilu.” Bapak Ahwani menambahkan sekaligus menutup sosialisasi sore itu.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. (Ulya/Yaroh/LPJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *