Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Margoyoso Gelar Diklat Administrasi dan Persidangan

  • Whatsapp

Margoyoso- Sebanyak 52 kader yang berasal dari tiap Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK) se Kecamatan Margoyoso mengikuti Diklat Administrasi dan Persidangan yang diadakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Margoyoso pada Minggu pagi (8/11).

Kegiatan yang digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah itu bertempat di Gedung MA. Raudlatusy Syubban Sekarjalak Margoyoso Pati.

Ketua panitia, Muhammad Ulin Najib menyatakan tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pendidikan dan pelatihan berupa administrasi keorganisasian dan persidangan. Agar lebih bisa menghidupkan organisasi sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga IPNU IPPNU.

“Tujuan diadakanya acara Diklat Administrasi dan Persidangan adalah supaya rekan rekanita IPNU dan IPPNU lebih bisa menghidupkan organisasi  sesuai aturan yang ada di Peraturan Dasar dan  Peraturan Rumah Tangga IPNU IPPNU.”

Adib Luthfi, beliau selaku Pembimbing PAC Margoyoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-setingginya terhadap kegiatan tersebut.

Selepas mengikuti hingga tuntas kegiatan ini, kami berharap para pimpinan ranting dan pimpinan komisariat IPNU-IPPNU mendapatkan ilmu tentang keadministrasian dan persidangan sehingga nantinya bisa ditularkan kepada anggota yang lain.

“Harapannya  setelah diadakan pelatihan ini, rekan dan rekanita dari Pimpinan Anak Cabang maupun Ranting dapat tertib administrasi, baik dalam hal peradmininstrasian maupun Persidangan. Tidak hanya paham materi namun juga diterapkan dalam organisasi” Ujar Muhammad Imamu Muttaqin, Ketua PAC IPNU Margoyoso

Diklat administrasi dan persidangan diisi oleh narasumber dari Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati. Keadministrasian diisi oleh Rekan Muhammad Rikza Hasballa (Sekretaris PC IPNU Pati) serta Persidangan diisi oleh Rekan Muhammad Balya Malkan dan Rekanita Ulfiyatul Ilma (Waka. Bid. Organisasi PC IPNU IPPNU Pati).

Antusias para peserta dalam mengikuti diklat menjadi penyemangat sendiri bagi Narasumber. Mereka tidak hanya mengetahui bagaimana peraturan dalam membuat surat dan persidangan, namun juga mereka diajarkan praktik secara langsung.(Yaroh/LPJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *