Mengenal Rizky-Rofi’, Duta Pelajar IPNU IPPNU Kabupaten Pati 2021

  • Whatsapp

Duta identik dengan sebuah gelar penobatan. Termasuk dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), duta pelajar menjadi salah satu penghargaan tersendiri bagi pelajar berprestasi. Tidak hanya berprestasi, menjadi suri tauladan juga merupakan tugas besar bagi sang duta.

Risky Rahmad Ramadhan dan Ainur Rofi’ah merupakan Duta IPNU IPPNU Pati 2021. Keduanya merupakan delegasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Margoyoso dalam helatan pemilihan duta pelajar IPNU-IPPNU yang dilaksanakan oleh Sie. Porseni Konfercab XIII PC IPNU IPPNU Pati. Keduanya berhasil menyingkirkan finalis lain, setelah melalui proses seleksi ketat dan melelahkan.

Duta IPPNU Terpilih

Perempuan yang lahir di Sidomukti Kecamatan Margoyoso ini baru saja berulang tahun yang ke-17 pada 25 Agustus lalu. Ia merupakan siswi kelas XII Madrasah Aliyah Salafiyah. Selain aktif di IPPNU, ia juga pegiat di berbagai organisasi. Di antaranya aktif di KPPS, Pramuka, hingga tergabung di Remaja Masjid desa setempat. Selain itu, Opik sapaan akrabnya, juga hobby membaca dan sangat peduli terhadap dunia literasi.

Opik mengenal dan memulai perjalanannya di IPPNU ketika menjadi anggota komisariat IPNU IPPNU MA Salafiyah Kajen. Saat masih kelas X karena keaktifan dan kecakapannya, ia ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Kaderisasi, setelah naik kelas XI, ia kembali ditunjuk menjadi Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi. Dalam wawancara via telpon ia juga menuturkan, bahwa pada saat itu, secara perlahan ia juga mulai ada keinginan untuk mencoba menghubungi teman-teman yang dulu sempat ingin mendirikan IPNU IPPNU di desanya hingga akhirnya Ia terpilih sebagai Ketua Ranting secara aklamasi. Opik juga merupakan peserta terbaik I dalam Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diadakan di Margoyoso akhir tahun 2020 lalu.

Opik menceritakan, awal mula ia mengikuti seleksi pemilihan duta pelajar ini untuk mengajak dan menginspirasi kader IPNU dan IPPNU untuk lebih meningkatkan tak hanya keaktifannya tak hanya dalam berorganisasi, namun juga kepeduliannya terhadap literasi.

“Selain itu, saya termotivasi untuk menciptakan atmosfer yang sehat agar kader IPNU-IPPNU Pati mampu beradaptasi dengan lingkungannya dalam memasyarakatkan dan memelihara nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an,” imbuhnya.

Seusai terpilih sebagai Duta IPPNU Pati, ia berkomitmen untuk memberikan inovasi – inovasi baru dalam wujud kegiatan yang akan memberikan berbagai output kepada para pelajar NU di Kabupaten Pati, serta bersinergi dan bertukar pikiran bersama paguyuban Duta Pelajar NU Pati untuk bersama mewujudkan SDM pelajar yang berkuakitas di kota pati guna mendukung Pati Smart City.

Terakhir, ia bercerita pengalamannya yang tidak terlupakan ketika proses karantina, yakni saat momen saling melengkapi antar finalis duta lainnya. Walau saling bersaing, tetapi kita tetap harus menjaga rasa kekeluargaan kita. “Pada saat itu kita saling membantu, saling memotivasi dan menguatkan satu sama lain. Momen semacam ini sulit sekali dilupakan,” tandasnya

Duta IPNU Terpilih

Seusai namanya disebut sebagai pemenang Duta IPNU Pati, Rizky Rahmad Ramadhan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia atas jerih payahnya selama ini dalam mengikuti seleksi pemilihan duta IPNU-IPPNU Pati ini.

“Alhamdulillah… Saya sama sekali tidak menyangka akan menjadi pemenangnya. Ini diluar dugaan saya yang awalnya sempat merasa hampir gagal dan tidak jadi ikut pada event ini karena kendala waktu dan lain hal, tapi Allah selalu memberikan jalan kepada hambanya yang mau berusaha dan sekarang aku percaya bahwa tidak ada kesia-siaan ketika kita berjuang dengan keras” ungkap mahasiswa semester 1 Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas Muria Kudus ini.

Pria yang pernah menjadi Ketua Pimpinan Komisariat IPNU SMK Cordova ini juga pernah menjadi Ketua Umum badan Eksekutif Siswa serta aktif dalam Dewan Ambalan, dan PMR.

Rizky juga mengutarakan bahwa pada saat karantina berlangsung banyak sekali cerita yang cukup unik, karena antar peserta belum pernah ketemu sebelumnya karena proses karantina dan lainnya dilaksanakan kondisi virtual.

“Alhamdulillah sejak awal semua proses berjalan lancar dan memberikan kesan yang cukup baik, dibarengi dengan Mentor yang sangat humble , care dan hangat sekali. Alhamdulillah semua berjalan sebagaimana mestinya” imbuhnya.

Setelah terpilih menjadi Duta IPNU Pati, ia berkomitmen untuk terus menyebarkan ajaran NU yang berpaham Ahlusunnah wal jamaah an-Nahdliyyah kepada setiap pelajar baik di lembaga sekolah atau kepada kader IPNU-IPPNU di setiap tingkatan kepengurusan serta memupuk kepedulian terhadap literasi di kalangan pelajar.

Pria kelahiran 16 Desember 2002 yang saat ini menjadi Koordinator Jaringan Sekolah dan Pesantren PAC IPNU Margoyoso ini menambahkan, bahwa kultur budaya dan amaliah yang diwariskan leluhur dan muassis NU, serta literasi yang secara kontinyu dikanpanyekan oleh PC IPNU IPPNU Pati merupakan poin-poin penting bagi kaum pelajar untuk terus dirawat dan dilestarikan.

“Insyaallah, dengan bimbingan dan dorongan semua pihak, komitmen kami tersebut akan berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (yar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *