Melalui Lakmud, PAC IPNU IPPNU Wedarijaksa Lahirkan Kader Yang Progresif, Inovatif, dan Responsif

WEDARIJAKSA – Latihan Kader Muda atau yang biasa disebut dengan Lakmud merupakan jenjang pengkaderan setelah Makesta (Masa Kesetiaan Anggota). Jika pada Makesta outputnya adalah menjadi anggota resmi IPNU-IPPNU nusantara, maka output dari Lakmud adalah menjadi kader penggerak roda organisasi. Dalam mewujudkan hal tersebut, PAC IPNU IPPNU Wedarijaksa menggelar Lakmud selama 4 hari 3 malam pada 23-26 Desember 2021 yang bertempat di MTs Mansya’ul Ulum Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati.

Tema yang diangkat pada Lakmud kali ini adalah “Sinergitas Kader Wedarijaksa dalam Menopang Transisi Demi Terwujudnya Citra Diri yang Progresif, Inovatif, dan Responsif” dengan tujuan untuk mengumpulkan dan mencetak kader-kader guna membantu meningkatkan kinerja organisasi baik untuk periode sekarang maupun dalam jangka waktu panjang.

Latihan Kader Muda ini diikuti oleh kader-kader unggulan dari beberapa ranting di PAC IPNU IPPNU Wedarijaksa dan juga beberapa PAC lain seperti PAC Winong, PAC Juwana, dan PAC Trangkil.

Ketua panitia, M. Irsyadul Akmal mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta.

“Pada saat tahap pendaftaran, ada 37 calon peserta lakmud, 12 diantaranya dari luar PAC Wedarijaksa. Tetapi kita juga membatasi yang dari luar dengan maksimal 7 orang dan 25 orang dari internal. Selanjutnya di tahap FAB (Forum Anggota Berkelanjutan) dan di tahap secreening terdapat 30 peserta yang lolos. Namun menjelang pelaksanaan Lakmud, ada 2 orang mengundurkan diri. Akhirnya yang mengikuti seluruh kegiatan Lakmud ada 28 peserta, yang terdiri dari 17 IPNU dan 11 IPPNU, ” jelasnya.

M. Umar Sahid Umar, Ketua PAC IPNU Wedarijaksa menegaskan bahwa setelah para peserta mengikuti Lakmud ini diharapkan dapat menjadi kader dan inovator untuk organisasi.

“Kita semua juga harus ingat bahwasanya seorang kader harus biasa menerapkan “ilmu ku cari, amal ku beri” yang bisa menjadi tonggak organisasi, dan pengkaderan ini dilakukan dengan tujuan yang telah tertuang di tema Lakmud kali ini,” ucap rekan Umar dalam sambutannya, (23/12/2021).

Selama 4 hari, peserta digembleng sebanyak 12 materi untuk memperkuat keterampilan berorganisasi sebagai upaya pengembangan diri dan standar pengembangan kader.

“Organisasi ini ibarat api unggun, kita adalah kayunya, semakin banyak kayu semakin menyala api nya, begitupun organisasi semakin banyak kader nya semakin bersinergi organisasinya. Jadilah seorang kader yang progresif, inovatif, dan responsif seperti yang telah tertuang di tema pengkaderan ini. Semoga setelah pengukuhan ini, kalian bisa menjalankan amanah dengan baik, mengangkat citra diri organisasi, juga bisa membina watak nusa dan bangsa,” harap rekan Umar dalam acara Pengukuhan Kader Lakmud pada Senin (27/12/2021).

Dalam kegiatan ini juga terdapat nominasi penghargaan yang diberikan kepada para peserta dan instruktur. Diantaranya nominasi peserta teraktif dinobatkan kepada Reno Panggalih Nuha Lathifah, peserta terhits dinobatkan kepada Zuhadul Ilmi, peserta tergogok dinobatkan kepada Rizka Akbar, dan peserta ter-tidur dinobatkan kepada Abdullah Yusuf Syarifuddin. Adapun instruktur terfavorit jatuh kepada Fatkhul Majid.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar hingga selesai. (lpj)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.