Peremajaan Usia Berpotensi Melemahkan Proses Kaderisasi

 

KAYEN – Ketua PAC IPNU Kayen, Muhammad Hilmy Wahyudi menilai wacana pemangkasan umur berdampak besar pada kepengurusan yang ada di bawah.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jika peremajaan usia ditetapkan dapat berpengaruh besar kepengurusan bawah. Hal tersebut memengaruhi penyiapan kaderisasi kedepannya.  Pasalnya, tidak setiap ranting, atau anak cabang mempunyai banyak kader yang mumpuni.

“Jika benar jadi ada pemangkasan usia menjadi 24 tahun, tentunya akan berdampak sedikit besar kebawah. Dilihat sudut pandang di kayen sendiri, sangat terbantu dengan kader-kader yang emang sudah berumur 20 keatas. Karena tidak setiap ranting, atau anak cabang itu punya banyak kader yang mumpuni,” ujar Hilmy.

Melihat kondisi yang ada di Kayen khusususnya, kader yang mumpuni dan faham tentang IPNU IPPNU dapat dikalkulasi hanya beberapa saja. Selain itu mereka merupakan kader yang berusia diatas 20 an, tentunya akan menjadi beban PR besar untuk mencetak kader-kader yang paling tidak seperti mereka.

Hilmy juga menambahkan usia juga berpengaruh dalam pengalaman.

“Jika usia dipangkas, hal tersebut sama halnya menuntut kader yang disini notabene masih ikut-ikutan belum berpengalaman serasa jadi kudu serius. Hal ini justru dikhawatirkan memengaruhi kenyamanan mereka dalam organisasi,” tambahnya.

Menurutnya dari atas juga harus memikirkan nasib kader-kader di desa yang notabene memang benar-benar susah untuk mencari dan membimbing kader secara mumpuni. (lpj)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.